Mohamed Salah mengaku sangat sering menangis setelah
mengalami cedera pada saat Liverpool menghadapi Real Madrid di laga final Liga
Champions 2018. Salah memiliki harapan yang cukup tinggi supaya bisa
mengantarkan The Reds menjadi raja Eropa.
Salah tampil istimewa di musim perdananya bersama Liverpool.
Dia hampir mengantarkan The Reds menjadi juara Premier League dan Liga
Champions.
Tapi, Salah mengalami cedera setelah bersinggungan dengan
Sergio Ramos di awal-awal pertandingan. Cedera tersebut membuat Salah tak bisa
menyelesaikan pertandingan.
Hasilnya, Liverpool malah takluk dari Real Madrid dengan
skor 1-3.
“Ketika saya memikirkan hal ini, saya merasa sangat kecewa.
Saya juga memiliki impian supaya menjadi juara Liga Champions bersama Liverpool,
Tapi semuanya sirna,” kata Salah.
“Cedera tersebut membuat mental saya menjadi rusak. Perasaan
saya juga semakin tak menentu ketika saya harus meninggalkan lapangan. Saya
menangis pada saat di ruang ganti.”
“Itu ialah momen yang
sangat berat untuk saya. Bahkan, saya juga masih merasakan sakitnya jika
mengingat hal itu sekarang. Kami begitu dekat supaya menjadi juara dan gagal
mengamankannya,” ungkap Salah.
Pada musim 2018-19, Salah juga kembali memiliki kesempatan yang
serupa. Saat ini, Dia berhasil mengantarkan Liverpool ke semifinal Liga Champions
dan harus melewati Barcelona.
Blaugrana akan menjadi tantangan terberat Liverpool pada
Liga Champions 2018-19. Selain itu, The Reds juga masih bersaing sangat ketat
dengan Manchester City untuk memperebutkan gelar Premier League.

