Sejumlah pemain Surabaya merasa tak sampai hati
harus melihat pelatih mereka, Djadjang Nurdjaman pergi usai resmi dipecat
manajemen.
Manajemen mengumumkan pemecatan Djanur lewat situs resmi
klub, Sabtu (10/8/2019) malam. Kiper Persebaya, Imam Arief Fadhillah, baru saja
mengetahui kabar ini pada Minggu (11/8/2019) pagi.
“Saya juga sudah tidur sewaktu tulisan ini muncul. Baru tahu
saja setelah Novan (bek Persebaya) bilang ke saya tadi pagi. Saya sendiri kaget
karna semalam pulang dari Stadion GBT juga kami masih berbincang,” ungkap Imam
kepada Bola.com.
Keputusan ini diambil sangat cepat setelah Persebaya gagal
menang dan juga ditahan 2-2 Madura United dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019 di
Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu malam. Setelah laga itu, bus pemain
Persebaya sempat diteror Bonek.
Djanur sebelumnya menyebut ia diberi tahu soal pemutusan
kontrak ini setelah turun dari bus yang tiba di apartemen. Saat ini, kebanyakan
pemain Persebaya juga sudah beristirahat mengingat hari ini merupakan Iduladha.
Djanur juga langsung meninggalkan Surabaya dan pulang ke
Bandung pada Minggu (11/8/2019) siang. Tidak ada perwakilan manajemen, ia diantar oleh Imam ke Bandara Juanda, Surabaya.
“Saya juga kemudian diminta oleh coach Djanur untuk
mengantar ke bandara bersama Alwi (gelandang Persebaya Surabaya). Saya juga sudah
lama kenal dengan beliau. Waktu ikut mengantar pun saya di mobil saja. Saya tak
tega melihat beliau pergi,” ungkap mantan kiper Persib Bandung itu.
Tetap Profesional
Meski merasa sedih, Imam Arief akan tetap bersikap
profesional dengan statusnya menjadi pemain Persebaya. Ia akan tetap untuk menghormati
siapapun pelatih baru yang akan menggantikan jabatan Djanur berikutnya.
“Saya punya kontrak satu tahun dengan Persebaya. Sekarang, juga
ada coach Bejo Sugiantoro yang jadi caretaker. Menjadi pemain, saya juga harus
menghormati beliau yang sedang bertugas meneruskan coach Djanur. Semua juga harus
tetap berjalan seperti biasa,” kata Imam.
Manajemen Persebaya sudah memutuskan Bejo Sugiantoro yang
menjabat menjadi asisten pelatih caretaker. Dia juga akan memulai tugasnya ini
pada saat Bajul Ijo melawat ke markas Arema FC pada Kamis (15/8/2019).

